Penggunaan Jamur Lapuk Putih dalam Penghilangan Warna Limbah Tekstil

Teman-teman tentunya pernah melihat, pada tunggul kayu yang telah mati, di musim hujan terkadang ditumbuhi jamur putih yang penampilannya besar dan liat. Tidak dapat dijadikan sumber pangan, dan malah membuat kayu rumah menjadi lapuk, seringkali orang hanya melihatnya sambil lalu dan menganggapnya tidak berguna. Ternyata jamur tersebut memiliki manfaat lain, yaitu sebagai pendegradasi zat warna di dalam limbah tekstil.

Karakteristik utama dari limbah industri tekstil adalah tingginya kandungan zat warna sintetik, yang apabila dibuang ke lingkungan tentunya akan membahayakan ekosistem perairan. Zat warna ini memiliki struktur kimia yang berupa gugus kromofor dan terbuat dari beraneka bahan sintetis, yang membuatnya resisten terhadap degradasi saat nantinya sudah memasuki perairan. Meningkatnya kekeruhan air karena adanya polusi zat warna, nantinya akan menghalangi masuknya cahaya matahari ke dasar perairan dan mengganggu keseimbangan proses fotosintesis, ditambah lagi adanya efek mutagenik dan karsinogen dari zat warna tersebut, membuatnya menjadi masalah yang serius. Tentunya teman-teman tidak mau bukan memakan ikan yang sudah tercemar?

Pengolahan limbah fisika-kimia yang sudah ada sangatlah mahal, dan dapat memberi masalah lingkungan yang baru, yaitu dihasilkannya lumpur dalam jumlah yang besar. Terlebih lagi, penghilangan zat warna tidak dapat berlangsung secara optimal, tetap tertinggal zat warna dalam kadar cukup tinggi di dalam air hasil pengolahannya. Oleh karena itu, dengan ditemukannya metode pengolahan limbah tekstil menggunakan jamur ini, kita tentunya dapat berharap dengan makin terwujudnya industri tekstil yang eco-friendly.

Jenis Jamur yang Digunakan

Seperti yang tadi dikemukakan di atas, jamur yang berperan di dalam proses ini merupakan jenis jamur lapuk putih (white-rot fungi). Jamur ini merupakan jamur dari jenis Basidiomycetes, yang berarti memiliki tubuh buah yang seringkali berbentuk seperti payung (disebut basidium). Mereka dinamai jamur lapuk putih karena mereka mampu mendegradasi substrat kayu yang berwarna kecoklatan (lignin) menjadi materi selulosa yang berwarna putih.

Beberapa jenis jamur yang umum digunakan dalam penghilangan zat warna tekstil ini antara lain:

Marasmius sp.
Marasmius sp.
Shaped like tiny umbrellas of a half centimetre across, these mushrooms are found in leaf litter. They have a leathery texture and the long thin stalks are also tough and wiry.
Phanerochaete chrysosporium
Phanerochaete chrysosporium
This fungi is belong to the family Corticiaceae. Its fruiting body forms a crust and located on the underside of a log.
Trametes versicolor
Trametes versicolor
This fungus is classified into Basidiomycetes. Trametes versicolor can make a fruiting body up to 10 cm broad, bracket to shelf-like or fan-shaped, attached along one side or just near the middle of one side.

Mekanisme dari Penghilangan Warna

Jamur lapuk putih memproduksi enzim-enzim pendegradasi lignin yang non-spesifik, yang dapat mendegradasi berbagai jenis zat pengotor organik, termasuk zat warna tekstil. Enzim-enzim yang diproduksi oleh jamur lapuk putih mengkatalis penguraian zat warna tekstili menggunakan mekanisme pembentukan radikal bebas. Metode ini sangatlah murah apabila ditinjau dari kelayakan ekonominya, dan yang paling penting, molekul zat warna dalam limbah dapat direduksi secara efektif menjadi komponen yang tidak berbahaya, bukannya malah turut memproduksi bahan kimia yang berbahaya atau zat padat yang menimbulkan permasalahan pembuangan lebih lanjut. Karena seperti yang teman-teman ketahui enzim merupakan protein, yang di alam dapat dengan mudah diuraikan menjadi asam amino.

Yah, semoga saja teknologi ini nantinya akan diterapkan dalam skala besar dan meluas. Pertama di industri tekstil, mungkin saja nantinya bisa meluas ke pengolahan limbah industri yang lain. Jadi nantinya benar-benar bisa terwujud industri-industri yang eco-friendly.

sumber klik sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s