Budidaya Cacing Tanah

Sebagai media (tempat tinggal) cacing dapat menggunakan kompos sawit yang dibuat dari cacahan tandan kosong dicampur limbah cair dan diperam dengan penutup plastik selama 50 hari dengan membalik 1 s/d 2 kali seminggu di aduk dengan mesin pembalik. Sebagai pakan cacing dapat ditambahkan bubur limbah sawit (Slurry) yang sudah diperam 1 bulan.

Budidaya cacing tanah teknologinya mudah dan sudah populer di Bogor, Bandung dan daerah lain di Jawa Barat dalam skala rumah tangga yang berbentuk koperasi.

Budidaya cacing tanah dapat dipadukan dengan pengendalian limbah sawit padat (tandan kosong) dan limbah cair sekaligus mendapat keuntungan berganda sebagai berikut:

  1. Kompos organik super dari kotoran cacing (Worm Casting Fertilizer)
  2. Biomassa (Cacing itu sendiri sebagai pengganti tepung ikan)
  3. Kompos organik yang tidak habis terpakai untuk media cacing.

Proyek terpadu budidaya cacing dengan pengendalian limbah sawit menjadi lebih ekonomis karena tidak memerlukan biaya pengumpulan media dan pakan cacing yang jumlahnya cukup berlimpah berasal dari PKS dan dapat dilakukan dalam skala besar seperti yang sudah dilaksanakan di Malaysia.

Manfaat yang penting adalah karena skalanya yang besar berarti memerlukan padat karya yang dapat memberikan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar pabrik termasuk keluarga karyawan yang dapat dilibatkan dimana limbah PKS itu sendiri akan lebih terkendali berarti menjamin keberhasilan pengaruh terhadap dampak lingkungan yang buruk.

Pemasaran kompos cacing (Worm Casting Fertilizer) merupakan kompos organik super yang banyak peminatnya. Pemasaran biomassa yang mengandung protein lebih tinggi dari daging dan ikan sangat diminati oleh Industri pakan ternak.

Paduan Budidaya Cacing dengan dipadukan dengan pengendalian limbah sawit walaupun dalam skala besar namun dapat terbagi dalam skala yang lebih kecil dan dihimpun dalam organisasi pola koperasi dimana lahan yang diperlukan relatif kecil ialah untuk media 1 m2 ketebalan 20 cm dapat diisi 2 kg atau 2500 ekor bibit cacing.

Standar Mutu Kascing

Dibeberapa negara, pupuk organik yang dijual sudah mempunyai standard mutu, termasuk kascing. Tabel dibawah ini adalah standar mutu kascing di Australia.

  1. Rasio C : N maksimum 20:1
  2. Specific Gravity(SG)/berat jenis: 0,6 – 0,8
  3. Ukuran butir kurang dari 8 mm
  4. Kadar air: 45% – 55%
  5. Lost of Ignition (LOI): 50% – 60%
  6. Logam berat dibawah batas maksimum
  7. Colony Forming Unit (CFU)/jumlah mikroba lebih dari 150.000/µg
  8. Foreign Matter Content (FM)/benda asing: kurang dari 0,5%
  9. Patogen hewan: tidak ada
  10. Patogen tanaman: kurang dari 2%
  11. pH: 6,5 – 7,5
  12. Electrical Conductivity (EC)/Daya hantar listrik: 1000 – 1500 dS/m

Cadangan Media Cacing

Cadangan media cacing dari kompos organik yang tersedia yang dapat diperoleh dari PKS kapasitas 20 ton Tandan Buah Segar (TBS)/jam ialah 20 % dari cacahan tandan kosong dimana jumlahnya cukup besar sebanyak 23% dari TBS diolah = 20% x 23% x 20 = 0,92 ton kompos organik/jam

Cadangan Pakan Cacing

Cadangan pakan cacing dari bubur limbah/slurry yang dapat diperoleh dari PKS kapasitas 20 ton TBS/jam di mana jumlahnya juga cukup besar = 4,6ton setiap ton TBS diolah 20% x 4,6 ton x 20 = 18,4 ton slurry/jam.

Awal kegiatan budidaya cacing di sekitar PKS dimulai dalam kelompok-kelompok kecil masing-masing dengan 15 kg bibit cacing dengan tenaga kerja 3 (tiga) orang berarti diperlukan sebagai berikut:

  • Bibit cacing 66 x 15 kg = 990 kg bibit.
  • Media cacing dengan perbandingan bibit : media = 1 : 1 ialah media yaitu kompos penggantian media 2 bulan sekali.
  • Pakan cacing untuk 15 kg bibit diperlukan pakan sejumlah 15 kg slurry/ hari.
  • Tenaga kerja 66 x 3 = 198 orang.

Dari data tersebut diatas dapat digambarkan bahwa budidaya cacing yang dipadukan dengan pengendalian limbah sawit merupakan padat karya yang sangat besar tetapi kebutuhan media dan pakan cacing sangat kecil dibandingkan limbah yang tersedia dari PKS berarti PKS masih tetap akan menghasilkan kompos organik diluar kompos tambahan dari kotoran cacing. Sebagai ringkasan dari Budidaya Cacing Tanah seperti yang tercantum pada data di bawah ini :

  1. Media (tempat tinggal) cacing sebanyak 15 kg dapat menampung 15 kg cacing.
  2. Media dapat terdiri dari kompos organik sawit (cacahan tandan kosong + bubur limbah/slurry) dicampur air lalu diaduk, 4 minggu kemudian dicampur slurry yang sudah diperam 1 bulan dengan perbandingan 70% campuran kompos : 30% slurry, tambahkan 1% kapur.
  3. Perbandingan media dan cacing = 1 : 1.
  4. Ketebalan media 20 cm.
  5. Perilaku cacing:
    a. Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada cacing yang keluar dari media berarti sudah cocok,
    b. Apabila dalam waktu 12 jam banyak cacing yang keluar dari media berarti tidak cocok.
  6. Media seluas 1 m2, ketebalan 20 cm dapat diisi 2 kg atau 2500 ekor bibit cacing, dalam tempo 60 hari akan menjadi 4 kg ditambah kokon.
  7. Kadar air optimum media 40 – 50%.
  8. Penggantian media 2 – 3 bulan dengan indikasi semua media sudah menjadi tanah dan terdapat telur cacing.
  9. Temperatur optimum media 25 C.
  10. Makanan tambahan ialah slurry, taburkan atau tenggelamkan dalam media.
  11. Satu (1) kg bibit cacing dapat menghabiskan pakan 1 kg dalam waktu 24 jam.
  12. Bibit cacing yang baik umur 3 bulan, produktifitas sampai 9 bulan.
  13. Dua (2) – tiga (3) minggu bibit dikeluarkan dipindah ke media baru.
  14. Selama masa produksi (9 bulan) pemindahan bibit dapat berlangsung 8 s/d 12 kali.
  15. Masa panen cacing 2 – 3 minggu sekali, masa panen kascing 1 – 2 hari sekali.
  16. Setelah cacing tanah dipanen dibiarkan 30 mnt tanpa diberi makan agar semua kotoran keluar.
  17. Jemur cacing selama 60 menit untuk menghilangkan lendir, cuci cacing tersebut dengan air hangat dan dianginkan selama 30 menit, jemur atau dipanasi dengan oven. Setelah kering digiling menjadi tepung dan dikemas dalam goni.
  18. Satu (1) kg cacing dewasa akan menghasilkan 10 kg kascing dalam waktu 2 bulan dan 225 kg biomassa dalam waktu setahun atau 5 kg kascing/bulan atau 18,75 kg biomassa/bulan.
  19. Harga biomassa: Rp. 120.000 /kg.
  20. Harga bibit cacing: Rp. 175.000 /kg.
  21. Harga kascing: Rp. 1.200 /kg.
  22. Skala usaha kecil 15 kg bibit cacing dengan 3 orang tenaga kerja.

sumber : Klik sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s