IPTEK VOICE : PLASTIK YANG AMAN

Plastik yang biasa kita gunakan untuk kemasan, baik itu untuk makanan dan yang lainnya ternyata memiliki banyak jenis dan keunggulan, namun dengan isu yang beredar belakangan ini mengenai bahaya plastik untuk kesehatan banyak diantara kita menjadi ragu dan takut untuk menggunakan plastik.
Siaran IPTEK VOICE hari Selasa, 12 Agustus 2008 pukul 08.30-09.00 WIB mengulas topik Plastik Yang Aman dengan narasumber Hengky Wibawa sebagai Executive Director Federasi Pengemasan Indonesia dan Ismariny sebagai Kabag Polimer Rekayasa PTM-BPPT.

“Plastik adalah senyawa Makro Molekul Organik yang diperoleh dengan cara polymerisasi dan plastik terbagi menjadi dua jenis yaitu Thermo Plastic dan Thermo Set, Thermo Plastic adalah material plastik yang apabila dipanaskan akan meleleh dan bila suhu menjadi dingin akan menjadi keras kembali sehingga material ini bisa dibentuk kembali dan didaur ulang sedangkan Thermo Set tidak bisa didaur ulang,” jelas Riny.

“Seperti yang kita ketahui bahwa sudah ada kodefikasi dengan nomor satu sampai tujuh dimana angka tersebut tercantum pada lingkaran segitiga, sedangkan lingkaran segitiga tersebut melambangkan bahwa Plastik tersebut dapat didaur ulang dan termasuk dalam jenis Thermo Plastic,” terang Riny.

“Sebenarnya kalau untuk kemasan itu tidak harus selalu plastik, namun karena sekarang mayoritas di Indonesia sekitar 50-60 persen adalah kemasan dengan plastik karena sifatnya yang lebih ekonomis dan lain sebagainya, sementara jenis-jenis plastik yang tadi disebutkan oleh ibu Rini itu tentunya juga dipakai untuk kemasan dan pastinya tidak hanya untuk makanan, untuk makanan ada sekitar 70 persen dari total platik yang dipakai saya kira itu untuk kemasan makanan, seperti tadi sya sebutkan umumnya semua jenis plastik itu aman dan kemudian bila bicara tentang daur ulang tadi sudah dikatakan bahwa plastik jenis Thermo Plastic bisa didaur ulang dan kalau kita berbicara aman itu berarti bahwa material yang dipakai itu memang sudah berdasarkan penelitian dan kemudian dilengkapi juga dengan peraturan maka itu sudah dinyatakan aman,” jelas Hengky.

“Kalau untuk pemakaian plastik kita memiliki prinsip 3R tau bahkan sekarang menjadi 4R, dimana 1R yang pertama adalah Reduce yang bertujuan untuk mengurangi sebanyak mungkin pemakaian plastik, kemudian Reused atau digunakan kembali sebagai salah satu contohnya adalah kita memakai kembali botol minum mineral jadi sebetulnya barang-barang plastik yang masih bagus bentuknya kita pergunakan semaksimal mungkin namun ada batasan dimana plastic itu bisa di recycle karena sifat-sifat fisik dari plastik tersebut akan turun jadi ada sifat fisik plastik dimana sudah tidak memungkinkan lagi untuk di recycle menjadi biji plastik dan tidak akan bisa dijadikan produk plastik karena sifat-sifat fisik dari plastik tersebut tidak memungkinkan untuk dijadikan produk sehingga karena itu kita bakar lalu kita recovery kita ambil energinya untuk sebagai bahan bakar,” terang Riny.

Sahabat Iptek…simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE langsung dari studio mini Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Gedung BPPT II lt.8, Jl. M.H.Thamrin 8, Jakarta setiap hari Selasa pukul 08.30-09.00 WIB dan Kamis pukul 16.30-17.00 WIB di RRI Pro2 FM Jakarta (105.0 FM).

IPTEK VOICE “The Sound of Science”. (ap-mi/adpdki) sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s