Tetap Sejuk Walau Hemat Listrik

JAKARTA, Netsains.

Ingin tetap sejuk walau listrik harus dihemat? Tidak ingin kepanasan kendati AC diputar ke angka paling minimum? Tenang saja, sudah ditemukan teknologi yang mampu menghemat biaya, energi, lagi ramah lingkungan. Sayangnya teknologi ini baru bisa dijalankan di kantor-kantor besar saja.

Teknologi ini sudah dipakai di sejumlah gedung perkantoran di New York Mereka menggunakan sistem penyimpan energi pelepas balok-balok es yang memompa udara sejuk ke seantero gedung. Sistem ini menghemat pengeluaran perusahaan dan mengurangi tekanan konsumsi listrik.Bisa dibayangkan di musim panas ini, total konsumsi listrik di New York nyaris melebihi listrik yang digunakan seluruh penduduk Negara Chile.

Kapan ya bisa dipakai di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia?

Sistem yang diterapkan di perkantoran Credit Suisse, Metropolitan Life tower di Manhattan misalnya, setara dengan mengurangi polusi yang dihasilkan 223 mobil atau karbondioksida yang dihasilkan oleh 1,9 juta akre tanaman. Saat ini setidkanya sudah ada 3000 tempat yang menerapkan sistem tersebut. “Ini sangat berarti bagi kota New York,” papar William Beck, kepala sistem rekayasa di Credit Suisse. “Jika diamati, maka sistem ini adalah cara inovatif untuk efisiensi energi, lingkungan dan berkelanjutan.”

Listrik tetap dibutuhkan untuk membentuk es-es dengan cara membekukan air dalam tanki perak besar di malam hari ketika penggunaan energi sedang minim. Udara sejuk yang berasal dari balok-balok es kemudian disalurkan ke senatero gedung melalui pipa, sama dengan kinerja AC tradisional. Pada malam hari air membeku lagi dan begitu terus sistem ini bekerja dengan siklus yang sama.

Tempat penyimpanan es bisa dipakai sebagai alas sistem penyejuk atau dapat dikombinasikan dengan sistem tradisional demi menghemat kebutuhan energi di jam-jam sibuk. Di Credit Suisse misalnya, perusahaan tersebut harus mendinginkan 1,9 juta kaki persegi di menara Met Life. Itu merupakan gedung tertinggi di New York setelah Empire State Building.

Gedung Besar

Di basement, terdapat tiga unit sistem pendingin dan 64 tangki yang masing-masing terdiri atas 800 galon air. Credit Suisse memiliki sistem AC tradisional namun mereka butuh sistem yang lebih efisioen lagi. Pembangunan sistem tersebut membutuhkan waktu 4 empat bulan.

Trane Energy Services, American Standard, juga mengembangkan sistem serupa bagi sejumlah perkantoran lain seperti Westchester County dan beberapa kantor di Fifth Avenue. Selain ramah lingkungan, sistem tersebut juga mennghemat anggaran hingga jutaan dolar.

Penyimpanan es di Credit Suisse mempu menekan kebutuhan energi hingga 900 kilowat dan mengurangi kebutuhan listrik sampau 2,15 juta kilowatt hours per tahun. Angka ini ssetara dengan energi yang dibutuhkan untuk menerangi 200 rumah. Sementara di Westchester County, sistem serupa mampu mengurangi energi sampau 740 kilowatt dan menghemat 900.000 kilowatt hours per tahun.

Sayangnya teknologi tersebut tidak dapat berlaku bagi setiap kantor. Harus tersedia ruangan untuk dipasangi tangki besar. Biayanya juga harus dipertimbangkan. Sebagai gambaran. Credit Suisse menghabiskan biaya lebih dari 3 juta dolar untuk merenovasi sistem pendinginnya. Berarti teknologi ini hanya sepadan dengan biaya yang dikeluarkan jika dijalankan di perusahaan besar saja.***

Diterjemahkan secara bebas dari Associated Press

Ilustrasi dipetik dari Associated Press

sumber klik disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s