Keong mas (Pomacea canaliculata) yang selama ini dikenal sebagai hama potensial tanaman padi, jika dikelola dengan baik merupakan komoditas prospektif untuk menambah penghasilan petani dan meningkatkan gizi masyarakat.Bahkan komoditas ini layak untuk menjadi komoditas ekspor, terutama ke negara-negara Eropa, Jepang dan Hong Kong. Keong mas juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ikan, udang, sumber makanan berprotein tinggi bagi masyarakat, obat-obatan dan pengontrol inang perantara parasit trematoda yang menyebabkan gatal-gatal.Dengan potensi tersebut, keong mas tidak layak disebut sebagai biang kegagalan panen padi. Lebih baik keong mas dikelola untuk dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sumber ekonomi masyarakat.lebih baik dianggap sebagai sahabat daripada musuh petani. Mengenai ketersediaan pasok, tidak perlu dikuatirkan karena dalam sebulan seekor keong mampu memproduksi 1.000 hingga 1.200 butir telur, tingkat mortalitasnya rendah, dan siklus hidup hanya 60 hari. Masih banyak petani yang tidak mengetahui nilai ekonomi dan gizi keong mas.


Beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah untuk memanfaatkan sumber daya keong mas ini di antaranya, dengan membangun sentra-sentra pengumpul oleh Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), pengembangan pasar ekspor terutama ke Eropa, Jepang dan Hong Kong, membuat contoh-contoh produk olahan keong mas, serta menyebarkan informasi cara mengolah keong mas menjadi produk pakan ternak ataupun makanan bagi masyarakat. di Tangerang keong mas dijual oleh pengumpul dengan harga sekitar Rp200 hingga Rp300 per kg, umumnya untuk pakan itik.
Namun belum semua daerah memanfaatkan spesies ini meski penyebaran populasinya sudah mencapai hampir seluruh wilayah Indonesia.
Keong mas disebut sebagai hama unggul karena memakan segala tanaman terutama tanaman padi muda dan pembibitan.
Berdasar data Badan Pangan Dunia (FAO) pada 1989, kekurangan hasil panen padi di Filipina akibat keong mas mencapai 40 persen dari areal sawah.
Di Indonesia, kerusakan tanaman padi bahkan bisa mencapai 80 hingga 100 persen dengan kasus terjadi di hampir seluruh provinsi di Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Papua.
Kandungan gizi
Keong mas diketahui mengandung asam omega 3, 6 dan 9. Dari hasil uji proksimat, kandungan protein pada keong mas berkisar antara 16 hingga 50 persen.
Di beberapa daerah, keong mas diolah menjadi berbagai jenis masakan seperti sate, pepes, sambal keong, hingga kecap keong.
Masyarakat juga percaya, keong mas dapat digunakan untuk mengobati penyakit lever. Namun belum ada pembuktian ilmiah mengenai khasiat ini.
Selain banyak mengandung protein, hewan dari keluarga moluska ini juga kaya akan kalsium.
Penggunaan keong mas untuk pakan itik terbukti mampu menaikkan hasil telur hingga 80 persen. Pemberian pakan sekitar 4,5 persen tepung keong mas pada peternakan sapi potong juga memberikan hasil pertumbuhan yang cukup baik dan tingkat keuntungan paling tinggi dibandingkan pemberian pakan lain.
Sebagai pakan ikan, penggantian kandungan tepung ikan menjadi tepung keong mas sebanyak 25 hingga 75 persen memberikan pengaruh cukup baik terhadap laju pertumbuhan harian individu, efisiensi pakan, retensi protein, dan retensi lemak.
Ia mengatakan, keong mas juga berperan sebagai pengendali keong lain jenis Bulinus sp dan Biophalaria sp yang merupakan inang perantara parasit trematoda yang menyebabkan penyakit gatal-gatal dan schistosomiasis yang telah menginfeksi lebih dari 200 juta penduduk tropis.

18 tanggapan so far ↓
Pasi // Desember 12, 2008 pada 7:23 am |
dimana saya bisa mendapatkan keong mas untuk diternakkan. mohon informasinya dan kandungan spesifik keong mas
moechah // Desember 17, 2008 pada 12:32 pm |
boleh tahu tinggal dimana yaaa? mungkin saya bisa mengasih info untuk dapat keong emas terdekat.
salam kenal
moech anis
Pasi // Desember 27, 2008 pada 9:36 am |
saya tinggal di kota blitar jawa timur
moechah // Desember 29, 2008 pada 11:16 am |
mas coba cari di daerah pacitan, daerah sana baru saja terserang hama keong mas. Jika tidak ada, anda bisa menggunakan aja keong sawah. Fungsi dan hasil sama. Cuma perbedaannya di perkembangan keong sawah lebih dikit dibanding dengan keong mas yang bisa menghasilkan telur banyak. Keong mas memang sulit saat ini, jika ada pasti pas ada hama.
mungkin jika ada kabar terbaru tentang keberadaan keong mas dimana akan saya informasikan ke anda.
selamat tahun baru 2009
moech anis
rusdia // Januari 24, 2009 pada 5:34 pm |
olahan daging keong selain bisa dibwt sate&kripik, ada ga? kalo brp masakan, tolng ya….resepnya!
apa saja olahan telur keong? mohon jawaban yg rinci
Pasi // Februari 18, 2009 pada 6:53 am |
ok! makasih banyak atas infonya. mat taun baru juga
waldani // Maret 17, 2009 pada 12:12 am |
salam kenal….mas bisa dikirim artikel tentang keong mas yang dibikin untuk pakan itik sekalian refrensi bukunya
anwar // Maret 19, 2009 pada 2:40 pm |
buaguuuuuuuuuuuusssssssssssssssss seeeeeeeeeeeeeeeeeekaaaaaaaaaaaaaliiiiiiiiiiiiiii !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
toyo hartoyo // Juni 18, 2009 pada 7:03 pm |
bagi yang memerlukan keong mas, tepung ikan, jagung , hub. saya ( toyo,
etik // Juni 23, 2009 pada 10:34 am |
kira-kira saya bisa mendapatkan keong mas dmn ya mas, saya membutuhkan cukup banyak untuk penelitian saya. trimakasih sblmnya.
etik // Juni 23, 2009 pada 10:39 am |
saya bisa minta nomernya tlfnnya bpk toyo??
saya etik, tinggal di yogya. trimaksih byk sblmnya, salam kenal dari saya.
aditia // Juli 25, 2009 pada 7:36 am |
link untuk pemasaran daging keong mas ke luar negeri bagaimana bang? kalo ada saya minta infonya. makasih
kurniadi // Agustus 10, 2009 pada 11:54 am |
Mengolah menjadi makanan yang bisa di jual di restorant seperti apa ya ? sate, seafood, pizza, sosis, atau jadi apa nih ?
moechah // September 29, 2009 pada 4:32 pm |
Bisa aja mas… mungkin ada cha keong… Enak juga thuu. Keong Mas Bumbu sambel Petes. Hmm
dedik zakaria // Agustus 13, 2009 pada 10:52 am |
saya tertarik sengan budidaya keong mas. sebelum saya melangkah kesana saya belum tau pemasarannya. mudah gak?
salam kenal dedik zakaria
krobokan no. 05 rt 02 krobokan tamanan banguntapan bantul yogyakarta
tinggal anda dimana?
moechah // September 29, 2009 pada 4:30 pm |
Mas bisa anda jual dengan bentuk tepung ke para pengkrajin pakan ternak atau ke pabrik2 pakan ternak.
Mayang // Desember 19, 2009 pada 5:40 pm |
salam kenal,
Pak saya tertarik dengan ulasan bp. Sekiranya bp bisa membantu saya memberikan info mengenai bibit keong, karena saya ingin membudidayakannya.
Terima kasih
Mayang
087 87 807 1888
moechah // Desember 20, 2009 pada 8:36 am |
Mayang,
bibit keong bisa anda dapatkan di sekitar lingkungan anda, atau mungkin di daerah sekitar. yang penting disini adalah jangan sampai keong2 itu keluar dari tempat pemeliharaan. hal ini karena dapat mengganggu sekitarnya. karena sifat dari binatang keong ini adalah hama bagi tanaman khususnya padi. untuk pengolahan hasilnya anda bisa bereksperimen atau melihat disini. untuk pemasaran… jangan takut… tawarkan pada peternak ayam, bebek atau ikan. selamat mencoba.selamat berusaha