- KELUARAN
Yoghurt - BAHAN
susu sapi layak minum - ALAT
gelas plastik, termometer, lemari es, dll - CARA PEMBUATAN
Pembuatan yoghurt dilakukan dengan memfermentasikan susu dengan menggunakan biakan starter Lactobacillus bulgaricus dan Streptococus thermophilus.- Susu dipanaskan pada suhu 90 derajat C. Ini untuk mencegah kontaminasi dan merupakan kondisi yang baik untuk inokulasi bakteri. Selain itu, perubahan kasein karena pemanasan akan memberikan hasil akhir yang baik dengan kondisi yang seragam.
- Susu didinginkan menjadi 43 derajat C kemudian diinokulasi dengan 2 % biakan starter camouran L. bulgaricus dan S. thermophilus dan dipertahankan suhunya selama 3 jam hingga diperoleh keasaman yang diinginkan (0,85 – 0,95 %) serta dicapai ph 4,5.
- Setelah itu produk didinginkan menjadi 5 derajat C dan selanjutnya dapat dikemas.
- SUMBER
Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id,
YOGHURT SUSU SAPI
November 21, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
MENTEGA SUSU
November 21, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
- KELUARAN
Mentega susu. - BAHAN
Susu murni, dll. - ALAT
Separator, adukan, termometer dll. - PEDOMAN TEKNIS
Mentega susu atau mentega yang dibuat dari cream susu (kepala sus) banyak mengandung lemak susu. Dengan memakai alat pemisah cream (separator) dan kepala susu dipisahkan dan 40% kepala susu diolah untuk membuat mentega.
Cara Pembuatan- Kepala susu yang telah dipisahkan lalu dipasteurisasi pada suhu 70°C selama 30 menit atau pada 80°C selama 1 menit. Kemudian didinginkan hingga mencapai suhu kamar.
- Tambahkan starter sebanyak 3% dan diaduk hingga rata. Biarkan pada suhu kamar hingga kepala susu menjadi asam biasanya memerlukan waktu sekitar 6 jam, dan disimpan dalam lemari es, didinginkan hingga suhu mencapai minus 4°C.
- Setelah dingin dan kental lalu ditumbuk (churned) untuk memisahkan bahan mentega dari susu tumbuknya (buttermilk). Bahan mentega dicuci dengan air dingin (air es) beberapa kali untuk membersihkan sisa-sisa susu tumbuk.
- Kemudian bahan mentega yang masih tinggi kadar airnya itu diuli untuk mengeluarkan air yang berlebih, dan mengkompakkan butir-butir mentega menjadi suatu massa yang lebih padat (kompak). Kadar air yang diperlukan dalam mentega sekitar 16-17%. Pengulian dilakukan beberapa kali hingga kadar air yang dipersyaratkan tercapai.
- Setelah kadar air memenuhi, lalu ditambah garam (garam halus), 0,5-2% diaduk hingga rata. Setelah selesai penggaraman mentega dibungkus. Warna mentega alami didapat, karena sapi-sapi di Indonesia umumnya cukup mendapat makanan hijauan yang banyak mengandung carotene yang berwarna kuning dan larut dalam lemak.
- SUMBER
Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id
PAKAN CAMPURAN UNTUK AYAM BURAS
November 21, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
- KELUARAN
Pakan cukup gizi dan disukai ayam buras - BAHAN DAN ALAT
Bahan pakan yang mudah didapat - PEDOMAN TEKNIS
- Penyusunan ransum anak ayam
Susunan ransum anak ayam untuk 100 kg adalah sebagai berikut :- jagung giling 43 kg, dedak halus 35 kg, bungkil kedelai 10 kg,
- tepung ikan 8,5 kg, kalsium karbonat 3,5 kg, garam 0,1 kg dan
- premix A 0,4 kg.
- Kandungan zat-zat nutrisi tersebut diatas adalah protein kasar 19,4% dan energi metabolis 2537 kkal/kg.
- Susunan ransum ayam buras periode produksi
Ransum campuran yang terdiri dari 3 bagian pakan komersil, 6 bagian dedak halus dan 4 bagian jagung giling ditambah grit dan vitamin B-12 (sistem intensif) - Susunan ransum ayam dara umur 12-20 minggu
Ada 4 jenis ransum ayam buras. Salah satunya adalah jagung giling 41 kg, dedak halus 53 kg, tepung ikan 2 kg, bungkil kedelai 0,9 kg, tepung tulang 0,8 kg, kalsium karbonat 1,75 kg, premix A 0,25 kg, garam 0,2 kg dan lisin 0,1 kg. Kandungan zat nutrisi ransum ayam dara adalah sebagai berikut : protein kasar 10-14%, energi metabolis 2700 kkal/kg ransum. - Susunan ransum ayam betina dewasa
Susunan ransum ayam betina dewasa untuk 100 kg adalah sebagai berikut :- jagung giling 28,2 kg, dedak halus 58,5 kg, tepung ikan 6,3 kg, kalsium
- karbonat 6,5 kg, garam 0,2 kg dan premix A 0,3 kg. Kandungan zat nutrisi tersebut diatas adalah protein kasar 15% dan energi metabolis 2312 kkal/kg.
- Cara pencampuran sebaiknya dilakukan secara bertahap. Pencampuran dilakukan untuk kebutuhan satu minggu untuk menghindari makanan berjamur.
- Cara pemberian untuk ayam muda – dewasa dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) berkisar 70-100 gram/ekor/hari. Untuk anak ayam umur 1 hari-12 minggu ransum dan air harus tersedia setiap saat dan tidak terbatas jumlahnya. Hindari pemberian ransum yang berlebihan agar ransum tidak terbuang dan berjamur.
- Penyusunan ransum anak ayam
- SUMBER
Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id, Maret 2001 - KONTAK HUBUNGAN
Departemen Pertanian RI, Kantor Pusat Departemen Pertanian – Jalan Harsono RM No. 3, Ragunan – Pasar Minggu, Jakarta 12550 – Indonesia
Budidaya Gamal Untuk Pakan Suplemen Ternak Ruminansia
November 21, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
1. KELUARAN Produksi daun gamal
2. BAHAN Stek gamal atau biji, pupuk organik dan anorganik
3. PEDOMAN TEKNIS
1) Penanaman
Penanaman dilakukan dengan stek batang atau biji, (biji disarankan untuk perakaran yang dalam). Stek batang yang baik berasal dari batang bawah, dan tengah yang telah berumur lebih dari 12 bulan. Diameter stek 3-5 cm dan panjang stek 50 cm. Stek terlebih dahulu disemaikan dalam kantong plastik. Setelah bertunas 15-20 cm tingginya (berumur 2-3 bulan) dapat ditanam langsung di lapangan. Jarak tanam dengan jarak antara barisan 1-2 m. Waktu tanam dianjurkan pada awal musim hujan. (lagi…)
Amonisasi Jerami Padi Untuk Pakan
November 21, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Deskripsi
Tujuan dari amonisasi jerami ini ialah membuat jerami padi untuk pakan ternak mempunyai kecernaan lebih baik
Bahan
1) Jerami padi 2) Urea 3) Molases
Alat
1) Timbangan 2) Plastik 3) Ember 4) Skop 5) Cangkul 6) Sendok 7) Alat penyiram (lagi…)
ASPEK PEMASARAN BEKICOT
November 21, 2008 · & Komentar
PEMASARAN BEKICOT
Pemasaran bekicot hidup dari peternak ke industri pengolah atau kelompok pembeli dilakukan sendiri oleh petani, hanya sedikit peternak yang menjual lewat kelompok tani, biasanya pengumpul bekicot mendatangi peternak yang akan melakukan panen secara rutin. Bekicot hasil panenan selama ini sebanyak 10% dibeli langsung oleh masyarakat/rumah tangga, 60% dibeli oleh industri besar untuk bahan baku daging bekicot beku dan 30% dibeli oleh pengrajin daging bekicot olahan (pengusaha keripik dan sate bekicot).
Daerah pemasaran bekicot ini sebanyak 10% dilakukan antar kecamatan, 80% diperjualbelikan dalam kabupaten dan 20% diperjualbelikan dalam propinsi.
Rantai pemasaran bekicot mulai dari petani/peternak sampai mencapai tujuan ekspor atau konsumen didaerah lain dapat dilihat dalam Grafik 3.4 dibawah ini.

Grafik 3.4. Rantai Tata Niaga Penjualan Bekicot
CARA – TEKNIK BUDIDAYA BEKICOT ( Achanita spp. )
November 21, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
1. SEJARAH SINGKAT
Bekicot berasal dari Afrika Timur, tersebar keseluruh dunia dalam waktu relatif singkat, karena berkembang biak dengan cepat. Bekicot tersebar ke arah Timur sampai di kepulauan Mauritius, India, Malaysia, akhirnya ke Indonesia. Bekicot sejak tahun 1933 telah ada disekitar Jakarta, sumber lain menyatakan bahwa bekicot jenis Achatina fulica masuk ke Indonesia pada tahun 1942 (masa
pendudukan Jepang). Sampai saat ini, bekicot jenis Achanita fulica banyak
terdapat di Pulau Jawa. (lagi…)
Hama Keong Mas Berpotensi Menjadi Sumber Pendapatan Petani
November 21, 2008 · & Komentar
Keong mas (Pomacea canaliculata) yang selama ini dikenal sebagai hama potensial tanaman padi, jika dikelola dengan baik merupakan komoditas prospektif untuk menambah penghasilan petani dan meningkatkan gizi masyarakat.Bahkan komoditas ini layak untuk menjadi komoditas ekspor, terutama ke negara-negara Eropa, Jepang dan Hong Kong. Keong mas juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ikan, udang, sumber makanan berprotein tinggi bagi masyarakat, obat-obatan dan pengontrol inang perantara parasit trematoda yang menyebabkan gatal-gatal.Dengan potensi tersebut, keong mas tidak layak disebut sebagai biang kegagalan panen padi. Lebih baik keong mas dikelola untuk dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sumber ekonomi masyarakat.lebih baik dianggap sebagai sahabat daripada musuh petani. Mengenai ketersediaan pasok, tidak perlu dikuatirkan karena dalam sebulan seekor keong mampu memproduksi 1.000 hingga 1.200 butir telur, tingkat mortalitasnya rendah, dan siklus hidup hanya 60 hari. Masih banyak petani yang tidak mengetahui nilai ekonomi dan gizi keong mas. (lagi…)
Budidaya Cacing Tanah
November 21, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Sebagai media (tempat tinggal) cacing dapat menggunakan kompos sawit yang dibuat dari cacahan tandan kosong dicampur limbah cair dan diperam dengan penutup plastik selama 50 hari dengan membalik 1 s/d 2 kali seminggu di aduk dengan mesin pembalik. Sebagai pakan cacing dapat ditambahkan bubur limbah sawit (Slurry) yang sudah diperam 1 bulan.
Budidaya cacing tanah teknologinya mudah dan sudah populer di Bogor, Bandung dan daerah lain di Jawa Barat dalam skala rumah tangga yang berbentuk koperasi. (lagi…)
Kegunakan Cacing Tanah
November 21, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar
Cacing tanah ternyata banyak kegunaan dan dapat ekspor. Kegunaan cacing tanah antara lain digunakan di bidang pertanian, pakan ternak, obat, kosmetik dan masih banyak lagi, sehingga bisa menjadikan peluang untuk sebuah usaha yang mempunyai prospek yang cukup menjanjikan.

![]()
Di bidang Pertanian, masih ada peluang dikarenakan pemakaian pupuk pabrik digunakan secara terus menerus dan tidak terkontrol pemakaiannya dapat merusak kesuburan tanah. Disinilah fungsi cacing tanah diperlukan, baik berbentuk pupuk atau disebar hidup.
Dibidang pakan ternak, juga masih menjanjikan. Cacing tanah ternyata bisa menjadi salah satu bahan pembuatan makanan ternak seperti pada ternak itik, lele, burung dll.
Dibidang farmasi dan jamu, cacing tanah diolah menjadi bahan baku untuk obat beberapa penyakit, seperti penyakit kuning.
Begitu banyak kegunaan dan fungsi dari cacing tanah.
